Senin, 17 Oktober 2011

Pengorganisasian


Pertemuan 5

Pengorganisasian

• Proses penyusunan struktur organisasi yang
   sesuai dengan tujuan organisasi dan sumber daya
   yang dimilikinya.
• Merupakan suatu proses untuk merancang
   struktur formal, mengelompokkan dan mengatur
   serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di
   antara para anggota organisasi, agar tujuan
   organisasi dapat dicapai dengan efisien

Konsep Dasar Pengorganisasian
• Dalam fungsi pengorganisasian, manajer
mengalokasikan keseluruhan sumber daya organisasi
sesuai dengan rencana yang telah dibuat berdasarkan
suatu kerangka kerja organisasi tertentu.
• Kerangka kerja tersebut dinamakan sebagai Desain
Organisasi.
• Bentuk Spesifik dari kerangka kerja organisasi
dinamakan dengan Struktur Organisasi.
• Stuktur Organisasi pada dasarnya merupakan desain
organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber
daya organisasi, terutama yang terkait dengan
pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki
organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja
tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan

Tujuan Pengorganisasian
• Membagi pekerjaan yg harus dilakukan ke sejumlah
departemen
• Membagi-bagi tugas dan tanggung jawab yg berkaitan
dengan masing-masing pekerjaan
• Mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi
• Membangun hubungan antar individu, kelompok dan
departemen
• Menetapkan garis wewenang
• Mengalokasikan dan menggunakan secara efektif sumber
daya organisasi

Faktor-faktor yang Memengaruhi Struktur
Organisasi
Strategi Organisasi
Strategi akan menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan
saluran komunikasi disusun diantara para manajer dan bawahan.
Skala Organisasi
Besarnya organisasi berpengaruh terhadap pembuatan struktur
organisasi
Teknologi
Perbedaan teknologi yg digunakan untuk memproduksi barangbarang
atau jasa akan membedakan bentuk struktur organisasi.
Lingkungan

Empat Pilar Pengorganisasian
(Four Building Blocks of Organizing)
Pilar Pertama :
Pembagian kerja (division of work) / Spesialisasi
Kerja
Pilar Kedua :
Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)
Pilar Ketiga :
Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi
(hierarchy)
Pilar Keempat :
Penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan
aktifitas antar bagian dalam organisasi / koordinasi
(coordination)

Pilar Pertama :
Pembagian kerja (division of work)
Pembagian Kerja -_
Upaya untuk menyederhanakan seluruh
kegiatan dan pekerjaan (yang telah disusun
dalam proses perencanaan) -- yang
mungkin saja bersifat kompleks — menjadi
lebih sederhana dan spesifik dimana setiap
orang akan ditempatkan dan ditugaskan
untuk setiap kegiatan yang sederhana dan
spesifik tersebut

Pilar Kedua:
Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)
• Setelah pekerjaan dispesifikasikan, kemudian
pekerjaan-pekerjaan tersebut dikelompokkan
berdasarkan kriteria tertentu yang sejenis.
Pengelompokan Pekerjaan atau
Departementalisasi pada dasarnya adalah
Proses pengelompokkan dan penamaan bagian
atau kelompok pekerjaan berdasarkan kriteria
tertentu.

Tipe Departementalisasi :

Berdasarkan Fungsional
• Keuntungan
• Efisiensi dengan meletakkan orang-orang dengan
keahlian, pengetahuan dan orientasi yang sama
• Spesialisasi yang mendalam
• Kerugian
• Komunikasi yang buruk diantara bidang fungsional
• Pandangan yang terbatas ttg sasaran organisasi

Berdasarkan Geografis
• Keuntungan
• Penanganan yg lebih efektif dan efisien thd masalah
regional yang muncul
• Melayani kebutuhan pasar geografis dengan lebih baik
• Kerugian
• Duplikasi fungsi
• Merasa terisolasi dari wilayah organisasi lainnya

• Berdasarkan Produk
+ Memungkinkan spesialisasi dalam produk atau jasa tertentu
+ Manajer dapat menjadi lebih ahli dalam industri mereka
+ Lebih dekat dengan pelanggan
– Duplikasi fungsi
– Pandangan yang terbatas tentang sasaran organisasi

• Berdasarkan Proses
+ Arus kegiatan kerja yang lebih efisien
– Hanya dapat digunakan untuk jenis produk tertentu

Berdasarkan Pelanggan
+ Customers’ needs and problems can be met by specialists
- Duplication of functions
- Limited view of organizational goals

Pilar Ketiga :
Penentuan Relasi antar bagian dalam Organisasi (Hierarchy)
Hierarcy adalah Proses penentuan relasi antar bagian
dalam organisasi, baik secara vertikal maupun secara
horisontal.
• Terdapat 2 konsep penting dalam Hierarcy, yaitu :
Rantai Komando
Rentang Kendali/rentang manajemen

Rantai Komando
Menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari hirarki
yang paling tinggi misalnya hingga hirarki yang paling rendah.
Rentang Komando ini juga menjelaskan bagaimana batasan
kewenangan dibuat dan siapa dan bagian mana akan melapor ke
bagian mana.
Rentang Kendali / Rentang Manajemen
Terkait dengan jumlah orang atau bagian di bawah suatu
departemen yang akan bertanggung jawab kepada manajer
departemen atau bagian tertentu

Faktor-faktor Rentang Kendali
• Keahlian dan kemampuan manajer
• Karakteristik Karyawan
• Sifat pekerjaan yang sedang dikerjakan
• Kesamaan tugas
• Kerumitan tugas
• Standarisasi pekerjaan yg ditetapkan

Faktor-faktor faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
penentuan luas rentang manajemen adalah :
• kesamaan fungsi-fungsi : semakin sejenis fungsi
yang dilaksanakan oleh kelomplok kerja, rentangan
semakin melebar.
• kedekatan geografis : semakin dekat letak geografis
kelompok kerja, rentangan semakin melebar.
• tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan :
semakin sedikit pengawasan langsung yang dibutuhkan,
rentangan semakin melebar.
• tingkat koordinasi yang dibutuhkan : semakin berkurang
koordinasi yang dibutuhkan, rentangan semakin
melebar.
• perencanaan yang dibutuhkan : semakin sedikit
perencanaan yang dibutuhkan, rentangan semakin
melebar.
• faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi.
Rentangan relatif melebar bila :
- pekerjaan bersifat rutin
- ketergantungan bawahan satu dg lainnya rendah
- prosedur dan metode baik dan telah diformalisasi
•faktor-faktor yang berhubungan dengan bawahan.
Rentangan relatif melebar, bila :
- bawahan terlatih baik utk pekerjaan tertentu
- bawahan lebih senang bekerja tanpa pengawasan ketat
• faktor-faktor yang berhubungan dengan atasan.
Rentangan relatif melebar bila :
- manajer terlatih baik dan berkemampuan tinggi
- atasan menerima bantuan dalam melakukan pengawasan
- atasan tidak memiliki kegiatan lain selain kegiatan pengawasan
- atasan lebih menyukai gaya pengawasan lepas dan tidak
Ketat

Sentralisasi & Desentralisasi
• Sentralisasi: Tingkat dimana pengambilan
keputusan terkonsentrasi pada satu titik dalam
organisasi
• Desentralisasi: Tingkat dimana karyawan tingkat
bawah memberikan masukan atau benar-benar
mengambil keputusan
• Sentralisasi & Desentralisasi tidak bersifat absolut.

Pilar Keempat : Koordinasi (Coordination)
Koordinasi adalah proses dalam mengintegrasikan
seluruh aktifitas dari berbagai departemen atau bagian
dalam organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai
secara efektif (Stoner, Freeman & Gilbert, 1995)

3 Macam Saling Ketergantungan
(D. Thompson)
• Saling ketergantungan yang menyatu
• Saling ketergantungan yang berurutan
• Saling ketergantungan timbal balik





1 komentar: